Terima Kasih Telah Berkunjung Ke PIMR, Kunjungan Anda Adalah Dukungan Anda, PIMR Membuka Pintu Selebar-lebarnya Bagi Siapa Saja Yang Mau Bergabung, Mempunyai Minat, Memiliki Kesamaan Visi & Misi Membangun Daerah Manggarai, Dengan Menaikan Status Blogspot Ini Menjadi Situs Informasi Resmi Bagi Masyarakat Manggarai
Tampilkan postingan dengan label ruteng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ruteng. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 April 2014

Paroki Se-kecamatan Langke Rembong akan Mengadakan Sambut Baru Serentak

salah satu aksesoris sambut baru (foto:gws)
PIMR-Ruteng
Lukisan atau ukiran Tuhan Yesus yang sedang menggendong anak domba yang hilang di atas, adalah salah satu kreasi warga di Kota Ruteng yang akan mendekorasi beberapa tenda/kemah pesta peserta sambut baru. Pada hari Minggu 27 April umat katolik dalam kecamatan Langke Rembong memang akan mengadakan sambut baru serentak.
Seperti yang dipantau PIMR beberapa hari terakhir banyak warga sudah mnegundang keluaraga, tetangga, teman dan handaitolan baik secara lisan maupun tulisan untuk menghadiri pesta ini. Jarang sekali warga yang mengundang untuk turut mengambil bagian dalam perayaan ekaristi yang merupakan inti dari acara sambut baru tersebut.
Setiap tahun memang pasti ada upacara penyambutan komuni pertama di seluruh paroki Keusukupan Ruteng. Dari tahun ke tahun kesemarakan akan acara ini pun semakin meningkat. Ada banyak aksesoris dekoratif yang dibuat, ada banyak tenda yang dibangun.

Ruas Jalan Jenderal Sudirman Ruteng Rusak Parah

Beberapa Titik Jalan Jend. Sudirman yang rusak (foto:gws)
PIMR-Ruteng
Ruas jalan Jendral Sudirman yang melintas dari Lawir (Kantor Telkom) sampai Lao berada dalam kondisi yang semakin parah dari hari ke hari. Hal ini disebabkan oleh adanya lubang-lubang di beberapa titik yang saban hari digenangi air hujan. Lubang-lubang itu menciptakan kolam-kolam dadakan di waktu hujan. Hal ini tentu saja sangat mengganggu laju lintas kendaraan yang lewat. Lebih dari itu seringnya kendaraan melintas salah jalur gara-gara menghindari kubangan-kubangan jalan bukan tidak mungkin menyebabkan kecelakaan lalulintas di suatu waktu.
Yang paling memprihatinkan adalah kondisi jalan yang lubangnya semakin dalam tepat di atas jembatan pertama dari arah timur menuju barat jalan jendral sudirman. Dikawatirkan air yang terus menerus menggenangi jembatan tersebut bisa merembes masuk dan melubangi jembatan.

Jumat, 18 April 2014

Perayaan “Wafat Tuhan” Di Kota Dingin Ruteng




PIMR-Ruteng
Ribuan Umat Katolik Kota Ruteng merayakan pembukaan Jalan Salib Jumat Agung di lapangan Motang Rua.  Hampir seluruh lapangan Motang Rua yang dulunya biasa dijadikan lapangan sepak bola dipadati umat katolik yang tinggal di seputar kota Ruteng. Perayaan dimulai dengan ritus lamentasi yang berisikan mazmur-mazmur ratapan. Sedianya perayaan dimulai tepat jam 06.00 witeng karena satu dua alasan akhirnya molor 15 menit.

Mgr. Hubert Leteng, Pr dalam homily singkatnya mengingatkan umat katolik di Kota Ruteng akan makna terdalam perayaan Jumat Agung. “Kita semua tahu makna salib yang dekat dengan penderitaan. Akan tetapi harus diingat bahwa tidak semua penderitaan atau kesengsaraan adalah salib. Hanya penderitaan yang dilandasi cinta bisa namakan salib. Seperti Yesus yang rela menderita karena mencintai umat manusia, itulah salib, “kata bapak Uskup.
 
prosesi jalan salib di Ruteng (foto: gws)
Sekitar jam 07.00 upacara jalan Salib dimulai. Stasi pertama langsung dimulai di lapangan Motang Rua. Setelah itu umat berarak menuju paroki masing-masing dan melanjutkan stasi-stasi lainnya di sepanjang jalan menuju gereja. Umat Paroki Redong dan Karot mendapat giliran pertama keluar dari lapangan Motang Rua karena menempuh jarak yang jauh. Selanjutnya diikuti paroki Golodukal, Kumba, Kristus Raja, Katedral dan paroki Cewonikit.

Seluruh prosesi berlangsung aman dan tertib. Meskipun matahari mulai menanjak tetapi tidak menyurutkan perhatian umat untuk mengikuti seluruh prosesi hingga akhir. Selama prosesi, jalan-jalan ditutup dan dijaga oleh petugas dari Polres Manggarai dan Dinas Perhubungan kabupaten Manggarai. Panitia pun meminta kepada umat katolik agar mengurangi aktivitas yang menggenakan kendaraan bermotor hari ini hingga pukul 18.00. Para pedagang pun diminta berpartisipasi dengan menjaga keheningan selama hari Jumat Agung. *** PIMR


Hujan Lebat Menjelang Jam Wafat Tuhan
Umat katolik di seluruh dunia meyakini pukul 15.00 atau jam 3 sore sebagai saat kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Karena itu biasanya Perayaan (ibadat sabda-red) mengenang kematian Tuhan ini selalu dimulai tepat puku 15.00. Hal yang sama berlaku di Paroki Cewonikit Ruteng. Akan tetapi rupanya cuaca Ruteng tak mendukung sepenuhnya antusiasme umat untuk merayakannya perayaan imannya ini. Kira-kira pukul 14.10 witeng hujan lebat mengguyur kota Ruteng.

Seperti yang disaksikan PIMR di Paroki Cewonikit, sebelum pukul 14.00 seluruh isi ruangan serba guna (yang dijadikan gedung gereja sementara karena gereja baru belum selesai dibangun-red) sudah dipadati umat. Bahkan satu tenda/ kemah darurat juga sudah dijubeli umat, pada hal perayaan, baru berlangsung satu jam kemudian.
PIMR memperkirakan ada ribuan umat yang menghadiri perayaan Jumat Agung di Gedung serba guna Paroki Cewonikit.  Selama perayaan ada ratusan umat yang tidak kebagian tempata duduk. Mereka memilih untuk berdiri berjajar di bagian belakang gedung serbaguna, di sepanjang lorong luar bahkan di teras pastoran.
Semoga keadaan ini lebih menggenjot kesadaran umat untuk semakin berusaha memberikan sumbangan demi terselesaikannya pembangunan gereja baru Paroki Cewonikit. Dan kalau ada pembaca PIMR yang berminat untuk membantu silahkan menghubungi Pastor Paroki Cewonikit. ***


berita lainnya


Minggu, 13 April 2014

Umat Katolik dari 7 Paroki Di Kota Ruteng Merayakan Pemberkatan Daun Palem di Lapangan Motang Rua

upacara pemberkatan daun palem dan prosesi (foto: gws)


Minggu, 14 April 2014 hampir setengah bagian dari lapangan motang Rua dipadati umat Katolik dari ketujuh paroki kota Ruteng dalam rangka upacara pemberkatan daun palem.  Upacara pemberkatan daun palem ini diikuti oleh belasan imam konselebrantes. Upacara dimulai tepat jam  06.00 witeng.  Dalam homily singkat Rm. Alfons segar, Pr selaku selebran utama menekankan pentingnya ketaatan dalam mengikuti Kristus. Sebagai bentuk aplikasi dari kotbahnya beliau juga menghimbau para caleg yang baru-baru ini terpilih dalam pileg agar jangan melupakan janji  yang telah diucapkannya kepada rakyat saat kampanye. Merealisasikan janji adalah salah bentuk pelaksnaan ketaatan akan komitmen.
Setelah upacara pemberkatan daun palem umat dari ketujuh paroki berprosesi menuju parokinya masing-masing untuk melanjutkan perayaan Ekaristi. Seperti yang disaksikan PIMR arak-arakan umat yang membentuk tujuh poros itu berlangsung dengan tertib. Hal ini tidak terlepas dari bantuan Polres Manggarai dan Dinas Perhubungan Manggarai yang menempatkan anggotanya di setiap persimpangan jalan untuk mengatur kendaraan yang lewat.
Dalam pantauan PIMR selama upacara berlangsung, jalan-jalan di pusat kota sepi pejalan kaki dan kendaraan. Toko-toko, kios dan warung pun hampir semunya ditutup. ***


berita lainnya




Rabu, 09 April 2014

Pemilu Legislatif 9 April 2014 di Ruteng

Situsi Pemungutan Suara pada beberapa TPS di Ruteng (foto:gws)


Apa yang ditunggu-tunggu rakyat Indonesia setiap lima tahunan akhirnya tiba hari ini: Pemilu. Dalam pantauan PIMR pada salah satu TPS di Ruteng yaitu TPS 16 Keluarahan Pau kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai warga kelihatannya cukup antusias. Sebelum pukul 07.00 WITENG warga berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tepat pukul 07.00 WITENG ketua Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS )TPS 16 Kelurahan Pau Bpk Paulus Palembang membuka proses pemungutan suara. Setelah pemanjatan sumpah para saksi diambil sumpahnya. Setelah itu keempat kotak suara yang tersedia satu persatu-persatu dibuka. Tata cara pembukaan kotak suara adalah sebagai berikut:
  1. Petugas KPPS memperlihatkan kepada para saksi dan pemilih kotak suara DPRD II / Kabupaten yang masih tersegel. 
  2.  Petugas KPPS Membuka kotak suara, mengeluarkan semua isinya, dan meletakkannya di atas meja. 
  3. Ketua KPPS mengidentifikasi dan menghitung jumlah setiap jenis dokumen dan kelengkapan    administrasi dan dicatat dalam formulir yang disediakan (Model C4-KWK-red) 
  4. Setelah diidentifikasi dalam kotak suara DPRD II terdapat 457 surat suara ditambah 10 surat suara cadangan. Jadi semuanya ada 467 surat suara. 
  5. Petugas KPPS memperlihatkan kepada pemilih dan saksi kotak suara yang telah kosong. 
  6. Akhirnya Petugas KPPS menutup kotak kembali, mengunci dan meletakkannya di tempat yang telah ditentukan.
Keenam tahapan di atas berlaku juga untuk kotak suara DPRD I/Provinsi, DPRD Pusat, dan DPD dan semua surat suara berjumlah 457 + 10 untuk cadangan. Yang berbeda adalah adalah pada kotak suara DPR Pusat juga terdapat format sertifikat hasil pemungutan suara, lembaran C1 plano, Daftar Calon Tetap (caleg tetap untuk DPR pusat- red) yang kemudian dipajang pada papan publikasi.
Setelah semua “ritus” pembukaan proses pemungutan suara dilewati selanjutnya kira-kira pukul ) 07.45 pencoblosan dimulai. Ketua KPPS mengumumkan bahwa meskipun pemungutan suara mengikuti antrian nomor yang telah terdaftar akan tetapi orang-orang sakit dan jompo didahulukan.
Selain itu bagi para pemilih yang berhak memilih tetapi belum sempat terdaftar atau mendapatkan kartu pemilih masuk ke dalam kategori daftar pemilih khusus (DPK). Karena itu KPPS akan melayani masyarakat kategori ini pada jam 12.00 ke atas dengan menggunakan surat suara cadangan atau menggunakan surat suara “lebih” karena yang bersangkutan tidak hadir.

Jalanan di Kota Ruteng Lengang pada saat Pemilu (foto:gws)

Seperti yang disaksikan PIMR di TPS 16 kelurahan Pau hingga pukul 11.30 sudah ada 300-an pemilih yang telah mencoblos.
Beberapa TPS di kota Ruteng juga ramai didatangi warga seperti TPS yang terletak di SDI Dongang, Persimpangan pasar Ruteng (menuju pitak), TPS 16 Keluaran Watu dekat RSUD, dan TPS 18 Kelurahan Pau.
Antusias masyarakat mengikuti pemilu menyebabkan suasana di dalam kota Ruteng mendadak sepi. Jalan-jalan utama tampak lengang. Hanya ada satu dua kendaraan yang lewat. Pusat-pusat perbelanjaan juga tutup hari ini. Cuma ada satu dua pedagang yang menjajakan sayuran di pasar inpres Ruteng.
Kita menanti hasil pemungutan suara, dan semoga semuanya berjalan sukses. (PIMR)


berita lainnya